Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


BOGOR – Meskipun industri properti nasional tengah dilanda badai kenaikan suku bunga KPR, pelemahan daya beli, dan melonjaknya biaya konstruksi, PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX) justru membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp20 miliar sepanjang 2025.


Dalam paparan publik yang digelar baru-baru ini, emiten real estate dan wahana air ini mencatatkan pendapatan total Rp132 miliar, dengan laba bruto mencapai Rp81 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa perseroan masih mampu mengelola margin di tengah tekanan eksternal yang berat.


"Tingginya suku bunga KPR, penurunan daya beli, serta kenaikan biaya konstruksi menjadi tantangan utama. Namun, kami tetap fokus pada optimalisasi proyek dan percepatan perputaran aset," demikian tertuang dalam materi paparan publik KSIX.


---


📊 Penjualan Rumah Masih Primadona, Wahana Air Ikut Kontribusi


Penjualan rumah hunian menyumbang 96% dari total pendapatan atau sekitar Rp127 miliar. Sisanya, sebesar Rp5 miliar (4%), berasal dari wahana air Funpark VBI yang berlokasi di Bogor.


Meskipun porsi wahana air masih kecil, keberadaannya memberikan diversifikasi pendapatan yang cukup stabil di tengah lesunya pasar properti residensial.


---


🏗️ Sisa Unit Masih Melimpah, Tantangan Jangka Pendek


Dokumen paparan publik mengungkap bahwa perseroan masih memiliki ribuan unit rumah yang belum terjual dari berbagai proyek andalan:


· Grand Nusa Indah (Cileungsi, Bogor): 2.056 sisa unit, luas lahan tersisa 197.940 m²

· Taman Krakatau Timur Cilegon: 1.195 sisa unit

· Permata Nusa Indah, Villa Bogor Indah, The Gaura, dan lainnya juga masih memiliki stok.


Manajemen mengakui bahwa pengelolaan inventori agar cepat berputar menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi beban modal.


---


🚀 Target 2026: Penjualan Naik 17%, Wahana Air Tumbuh 14%


Memasuki 2026, KSIX memasang target ambisius:

· Pertumbuhan penjualan bersih segmen real estate: 17%

· Pertumbuhan pendapatan wahana air: 14%

· Fokus pada optimalisasi proyek di Cileungsi–Bogor–Cilegon

· Monitoring cash flow dan pengendalian anggaran yang ketat


Total aset perseroan saat ini tercatat Rp1.361 miliar, sementara liabilitas dan ekuitas tidak disebutkan secara rinci dalam cuplikan dokumen, namun rasio keuangan kuartal I 2026 tampak menjadi perhatian manajemen.


---


📌 Analisis Singkat


KSIX menunjukkan resiliensi yang patut dicermati di tengah sektor properti yang sedang tidak ramah. Keberhasilan menjaga profitabilitas (laba Rp20 M) dengan pendapatan Rp132 M mencerminkan efisiensi operasional yang cukup baik. Namun, tantangan likuiditas dari ribuan sisa unit dan tekanan suku bunga masih membayangi prospek ke depan.


Investor dan pelaku pasar akan menantikan realisasi target pertumbuhan 17% di tahun 2026, terutama jika kondisi makro belum membaik.


---


Kesimpulan: PT Kentanix Supra International Tbk membuktikan bahwa strategi pengelolaan inventori dan diversifikasi usaha dapat menjadi benteng di tengah badai properti. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat stok unit yang masih tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib