Jakarta, 7 Juni 2026 – Emiten pengelola kawasan golf terpadu, PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), menggelar Public Expose Tahunan 2026 pada Senin (2/6) lalu di Mangkuluhur Artotel Suites, Jakarta. Dalam paparan dan sesi tanya jawab, manajemen membeberkan sejumlah rencana strategis yang dinilai cukup berani, mulai dari pembangunan hotel berdesain “laut + lapangan golf” di tebing Bali hingga target pemenuhan free float 15% yang saat ini masih belum tercapai.
Hotel di Tebing Bali: Bukan Villa, tapi Pemandangan Ganda
Menjawab pertanyaan investor ritel Steven Sulaiman, Komisaris Utama Darma Mangkuluhur Hutomo menjelaskan bahwa perseroan memilih membangun hotel, bukan villa di area tebing New Kuta Golf Bali. Alasannya: penjualan villa secara putus akan menghilangkan aset dan potensi recurring income. Hotel ditargetkan rampung pada Q4 2027.
Keunggulan utama: dari lantai 2 atau 3, tamu bisa melihat laut, menikmati matahari terbenam, sekaligus melihat lapangan golf. “Ini unique selling point. Di Bali, umumnya hanya pemandangan laut tanpa golf,” ujar Darma.
Capex Rp319 M Tahun Ini, Sebagian dari Sisa Dana IPO
Direktur Utama Dwi Febri Astuti mengungkapkan alokasi belanja modal (capex) 2026 sebesar Rp319 miliar, dengan rincian:
· Pembangunan hotel & The Links Golf Villa Cluster 2: Rp197 M
· Fasilitas komersial (F&B, penunjang): Rp66,7 M
· Renovasi clubhouse: Rp36,7 M
· Renovasi lapangan golf: Rp12,6 M
· Peralatan: Rp6,3 M
Pendanaan berasal dari dana IPO yang tersisa 53% serta pinjaman dari Nobu Bank.
Target Free Float 15%: Masih 10%, Sedang Kaji Stock Split
Saat ini free float GOLF masih sekitar 10%, di bawah ketentuan OJK yang mewajibkan minimal 15%. Manajemen menyatakan sedang menyusun strategi internal dan mengkaji aksi korporasi paling efektif, termasuk opsi stock split. “Kami optimis target terpenuhi sebelum masa tenggang tiga tahun berakhir,” ujar perwakilan manajemen dalam sesi tanya jawab.
Garap Wisata Golf dari Korea dan Jepang
GOLF juga serius mengejar pasar golf tourism. Mengacu pada keberhasilan Vietnam (200 ribu turis golf tahun 2015 menjadi proyeksi 1,5 juta di 2025) dan Thailand (750 ribu turis golf di 2015), perseroan telah melakukan roadshow ke Jepang dan Korea sepanjang 2025. Renovasi besar-besaran hampir seluruh hole di lapangan Pecatu juga telah dilakukan.
Respon Investor dan Media
Public expose dihadiri puluhan investor ritel serta media seperti Bisnis Indonesia, Kontan, Bloomberg Technoz, Katadata, SWA, Liputan 6, dan IDX Channel. Sejumlah investor menyoroti rencana akuisisi lahan baru, ekspansi klaster kedua The Links Golf Villa, serta pemanfaatan pelemahan rupiah yang justru menguntungkan pariwisata Bali.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar