Jakarta – PT Wahana Inti Makmur Tbk, emiten pangan yang fokus pada bisnis beras dan turunannya, memaparkan sejumlah target ambisius dalam Public Expose 2026, Jumat (5/6/2026). Di tengah tantangan harga bahan baku yang tinggi dan kenaikan biaya operasional, Perseroan menargetkan penjualan Rp66 miliar serta laba bersih Rp660 juta pada tahun ini.
Yang menarik, Perseroan mengaku mulai menjajaki pengembangan usaha pada komoditas pangan baru selain beras. Langkah ini dinilai sebagai strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga beras nasional.
---
Kendala Klasik: Harga Beras Tinggi & SDM
Direktur Utama PT Wahana Inti Makmur Tbk, Piero Mustafa, menyatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah:
"Harga bahan baku beras yang cenderung tinggi, peningkatan biaya operasional khususnya biaya pengiriman, serta kualitas sumber daya manusia Perseroan."
Ia menambahkan bahwa manajemen terus berupaya memperluas jaringan pemasok, mengelola arus kas secara disiplin, serta melakukan seleksi dan pelatihan karyawan secara ketat.
"Kami mengatur rute dan jadwal pengiriman agar lebih efisien. Efisiensi di lini operasional menjadi kunci menjaga likuiditas di tengah tekanan biaya," ujar Piero.
---
Fokus pada Beras Sehat & Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Selain ekspansi ke komoditas baru, Perseroan juga akan memperkuat kinerja penjualan pada segmen beras umum premium dan medium, serta terus berinovasi pada beras khusus dan beras sehat.
"Kami bersinergi dengan berbagai program pemerintah dalam rangka memperbaiki tata kelola dan kondisi perberasan nasional," ungkap Shanty Mustafa, Direktur Perseroan.
Menurut Shanty, perseroan juga akan memperluas basis pelanggan ke segmen general trade dan horeka (hotel, restoran, kafe), serta meningkatkan penetrasi ke modern trade.
---
Ekspansi Hati-hati ke Komoditas Lain
Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah rencana perseroan untuk mulai menjajaki komoditas pangan baru. Meski belum diungkap secara rinci, langkah ini dinilai analis sebagai upaya jangka panjang untuk menstabilkan pendapatan.
"Kami mulai menjajaki pengembangan usaha pada komoditas pangan baru selain beras. Ini masih sangat awal, tapi penting untuk ketahanan bisnis ke depan," kata Piero Mustafa dalam sesi tanya jawab.
---
Target 2026: Realistis atau Optimistis?
Dengan target laba bersih sekitar 1% dari penjualan, Perseroan tampak memilih pendekatan konservatif di tengah ketidakpastian. Namun, efisiensi dan ekspansi pasar menjadi kunci utama.
"Kami mempertahankan fokus untuk terus memberikan produk terbaik dengan pelayanan terbaik kepada semua pelanggan. Itu yang tidak akan kami kompromikan," tegas Piero.
---
Kesimpulan:
PT Wahana Inti Makmur Tbk memasuki 2026 dengan strategi ganda: efisiensi operasional dan diversifikasi komoditas. Sebagai Investor dan mitra bisnis harus mencermati apakah target Rp66 miliar dapat tercapai di tengah tekanan biaya logistik dan fluktuasi harga beras nasional.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar