Jakarta – PT Supra Boga Lestari Tbk (Ranch Market) membantah isu yang menyebut perseroan mengalami kerugian pada kuartal I-2026. Dalam paparan publik yang digelar 3 Juni lalu, manajemen justru mengumumkan laba bersih sebesar Rp7,1 miliar.
“Perseroan tidak berbalik rugi. Sebaliknya, kami membukukan laba bersih,” tegas Direktur Hady Purnama dalam keterbukaan informasi yang dirilis 9 Juni 2026.
Meski dihadapkan pada tekanan geopolitik, pelemahan rupiah, dan kenaikan BI Rate, perseroan tetap mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp84,47 miliar untuk tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka gerai baru, merenovasi gerai lama, serta meremajakan peralatan.
Penutupan Gerai Bukan karena Tekanan Eksternal
Manajemen menjelaskan, penyesuaian jumlah gerai yang sebelumnya sempat menyentuh angka 57 merupakan bagian dari restrukturisasi strategis, bukan dampak langsung tekanan makroekonomi. Tujuannya agar setiap gerai beroperasi optimal dan menguntungkan.
“Ke depan, ekspansi akan tetap menjadi agenda strategis, namun dilakukan secara selektif dan terukur,” demikian pernyataan dalam dokumen resmi perseroan.
Siasat Hadapi Koperasi Desa Merah Putih
Menanggapi kebijakan pemerintah membentuk Koperasi Desa Merah Putih, Ranch Market menyebutnya sebagai dinamika baru di industri ritel. Namun, perseroan optimistis karena segmen dan pengalaman berbelanja yang ditawarkan berbeda.
“Koperasi desa dan ritel modern dapat berjalan berdampingan secara komplementer, bukan saling menggantikan,” papar manajemen. Hingga saat ini, kebijakan tersebut belum berdampak material terhadap bisnis perseroan.
Target Pendapatan Meningkat di 2026
Dengan strategi fokus pada kualitas produk fresh dan premium, serta pengalaman berbelanja pelanggan, perseroan menargetkan kenaikan pendapatan pada tahun 2026. Ekspansi gerai akan dilakukan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan baik, dengan analisis kelayakan yang ketat.
Public expose yang berlangsung di SBL Academy – Farmers Market Pondok Kopi, Jakarta Timur itu dihadiri 15 media dan seluruh jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Johartono Susilo.
---
Kesimpulan singkat:
Ranch Market membantah rugi, buktikan laba Q1 2026 Rp7,1 M.
Capex Rp84,47 M disiapkan untuk ekspansi selektif.
Koperasi desa dinilai belum menjadi ancaman serius.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar