Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


Jakarta – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), perusahaan perdagangan dan perakitan kendaraan listrik berbasis baterai, resmi menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I). Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 25 miliar saham baru, dengan rasio yang cukup atraktif bagi pemegang saham.


Berdasarkan informasi tertanggal 3 Juni 2026, setiap pemegang 7 saham lama berhak memperoleh 4 HMETD, di mana 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru. Sayangnya, dokumen tersebut tidak mencantumkan harga pelaksanaan (exercise price) secara eksplisit, namun seluruh pembayaran harus dilakukan penuh saat pemesanan.


---


Dilusi Maksimal 36,36% bagi Pemegang Saham yang Tak Gunakan Hak

Peringatan tegas diberikan kepada pemegang saham yang memilih untuk tidak melaksanakan HMETD-nya. Proporsi kepemilikan mereka akan terdilusi hingga 36,36%. Hal ini penting mengingat saham baru yang diterbitkan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk hak suara dan dividen.


---


Jadwal Penting: Cum-Right 28 Juli 2026

Investor perlu mencatat sejumlah tanggal kunci. Perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di Pasar Reguler dan Negosiasi berlangsung hingga 28 Juli 2026, sementara ex-right dimulai pada 29 Juli 2026. Periode perdagangan HMETD sendiri berlangsung 3–7 Agustus 2026, dan HMETD yang tidak dilaksanakan hingga 7 Agustus akan hangus.


---


Dana Hasil HMETD: 80% untuk Anak Usaha, 20% Modal Kerja

VKTR telah merinci rencana penggunaan dana yang diperoleh. Sebesar 80% akan diberikan kepada anak usaha, PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI), untuk membeli kendaraan listrik dalam rangka mendukung bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS). Sisanya 20% untuk modal kerja perseroan, termasuk pembelian persediaan kendaraan listrik seperti bus, truk, dan forklift.


Menariknya, SEI telah mengantongi sejumlah nota kesepahaman dengan pelanggan potensial, termasuk PT Darma Henwa Tbk (afiliasi) dan beberapa perusahaan lain yang tidak berafiliasi, untuk penyewaan ratusan unit kendaraan listrik.


---


Kinerja Moncer: Penjualan Neto Melonjak 58,2%

Di tengah aksi PMHMETD, kinerja VKTR menunjukkan tren positif. Per kuartal I-2026, penjualan neto perseroan mencapai Rp344,996 miliar, meningkat 58,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba neto pun naik 97,97% menjadi Rp10,556 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pengiriman 30 unit bus listrik ke Perum DAMRI.

---


Risiko dan Catatan Penting

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memberikan pernyataan setuju atau tidak setuju atas efek ini. Investor diingatkan bahwa risiko utama adalah fluktuasi harga saham yang sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar di BEI. Selain itu, saham yang tidak diambil oleh pemegang HMETD akan dijatahkan secara proporsional kepada pemesan tambahan, dan jika masih tersisa, saham tersebut tidak akan diterbitkan.


---


Kesimpulan: PMHMETD I VKTR menawarkan rasio 7:4 dengan jadwal cum-right akhir Juli 2026. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi signifikan. Dana segar akan dialirkan untuk ekspansi bisnis e-MaaS melalui anak usaha serta penguatan modal kerja. Kinerja keuangan yang sedang tumbuh menjadi sentimen positif di tengah aksi penambahan modal ini.


(Sumber: Informasi PMHMETD I PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, 3 Juni 2026)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib