Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]


JAKARTA – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kembali mencetak kejutan. Emiten properti bentukan kongsi Agung Sedayu dan Salim Group ini berhasil membukukan lonjakan laba bersih hingga 317% pada kuartal I-2026, didorong oleh agresivitas penjualan kaveling komersial di kawasan CBD PIK2.


---


🔥 Kinerja Moncer di Tengah Tekanan Makro


CBDK mengawali tahun 2026 dengan performa solid. Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp743 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini, naik 74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Yang lebih mencengangkan, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk melesat menjadi Rp542 miliar, melonjak 317% secara tahunan (year-on-year).


Direktur Keuangan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, menjelaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan semakin optimalnya monetisasi kawasan bisnis CBD PIK2 serta peningkatan kualitas profitabilitas perusahaan. Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan kaveling tanah komersial yang tumbuh signifikan seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan investasi di kawasan tersebut.


🏗️ Cadangan Lahan Raksasa & Modal Tangguh


CBDK saat ini menguasai cadangan lahan (land bank) strategis seluas 694 hektare di kawasan PIK2, Tangerang. Dengan luas lahan sebesar itu—lebih dari separuhnya masih belum dikembangkan—potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan masih sangat terbuka lebar.


Tak hanya itu, profil keuangan CBDK tergolong sehat dan konservatif. Per 31 Maret 2026, total aset perusahaan mencapai sekitar Rp22,4 triliun dengan posisi kas Rp2,7 triliun. Bahkan, CBDK mencatatkan net debt nol, yang memberikan fleksibilitas kuat bagi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan.


Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp23 triliun, CBDK berada pada posisi strategis untuk menarik dukungan pendanaan dari pasar modal, baik domestik maupun internasional.


🎵 NICE: Panggung Megah yang Mulai Berbuah


Salah satu motor pertumbuhan recurring income CBDK adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE)—pusat konvensi dan pameran berkapasitas lebih dari 100.000 pengunjung, yang mulai beroperasi pada akhir 2025.


NICE telah berhasil menyelenggarakan 14 acara sepanjang 2025, dan memasuki 2026 telah mengantongi 46 event terkonfirmasi, termasuk konser internasional seperti Westlife, Java Jazz Festival, Hammersonic Festival, serta berbagai pameran MICE skala besar.


"Dengan lokasi yang sangat strategis, terhubung langsung dengan bandara dan didukung akses tol, NICE menjadi pilihan utama para promotor dan event organizer," ujar manajemen CBDK dalam Public Expose.


🏨 Hotel Hilton PIK2: Investasi Rp800 M yang Dinanti


CBDK bersama PANI juga tengah membangun Hotel Hilton Jakarta PIK2 dengan total investasi sekitar Rp800 miliar. Hotel bintang lima ini akan berdiri di atas lahan 1 hektare di jantung CBD PIK2, memiliki 271 kamar, dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2027.


Kehadiran Hilton ini dirancang untuk melengkapi ekosistem MICE dan bisnis di kawasan PIK2, sekaligus menjadi sumber pendapatan berulang (recurring income) yang signifikan bagi CBDK ke depan.


📈 Free Float & Buyback: Langkah Jaga Kepercayaan Pasar


Saat ini, free float CBDK tercatat 12,19% per Mei 2026. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkannya secara bertahap guna memenuhi ketentuan regulator baru, di mana emiten dengan free float di bawah 12,5% wajib mencapai minimum 12,5% pada 2027 dan 15% pada 2028.


Tak hanya itu, CBDK juga menggelar program buyback saham senilai Rp250 miliar yang berlangsung mulai 20 Mei hingga 19 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang perusahaan.


💰 Dividen Rp28,3 Miliar Segera Cair


Bagi para pemegang saham, kabar baik datang dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 4 Juni 2026. CBDK menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham atau total Rp28,34 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.


Dividen dengan payout ratio 2,1% ini akan dibayarkan pada 8 Juli 2026 kepada pemegang saham yang namanya tercatat pada tanggal 17 Juni 2026.


🚀 Prospek 2026: Target Rp563 M dan Optimisme Tetap Terjaga


Meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga, manajemen CBDK tetap optimistis. Perusahaan menetapkan target marketing sales 2026 sebesar Rp563 miliar, meningkat 31% dari pencapaian tahun lalu.


Yang menarik, CBDK mengaku tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga bahan baku. "Saat kami memulai satu proyek, kami sudah mengunci kuantitas dan harga dengan supplier," ujar Direktur CBDK, Linda Kusumo.


Dengan cadangan lahan 694 hektare, aset triliunan rupiah, serta proyek-proyek ikonik seperti NICE dan Hilton yang mulai beroperasi, CBDK tampaknya sedang dalam jalur yang tepat untuk menjadi salah satu emiten properti paling menarik di bursa tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib